Lord Xue Ying - Chapter 604: Menerima Murid

Released on Agustus 30, 2020 · 0 Views · Posted by Demon Empress

Baca Lord Xue Ying - Chapter 604: Menerima Murid , jangan lupa untuk klik like dan bagikan. karena novel/manhua ini akan selalu update di SandiNovel Fanfic. Jangan lupa baca novel fanfic dan manhua terbaru lainnya.

INGAT! DOMAINNYA www.sandinovel.my.id
Font Size :

Chapter 604: Menerima Murid

Leluhur Scarlet Flame merasa tenang begitu mendengar bahwa Xue Ying berjanji padanya tanpa keraguan sedikit pun. Lalu, ia berkata, "Untuk memurnikan satu Batu Nukleus Bintang Matahari, biaya yang diperlukan sangatlah besar. Kalau kau membutuhkan harta karun apa pun, aku akan berusaha untuk mencarikannya untukmu! Kalau aku tidak bisa, maka aku harus meminta bantuanmu lagi, Xue Ying."

"Tidak perlu." Xue Ying baru saja berkata saat tiba-tiba…

Raut wajah Leluhur Scarlet Flame meredup. "Xue Ying, aku tahu seberapa besar yang harus kau keluarkan demi semua ini. Mungkin jumlahnya melebihi nilai beberapa harta karun! Kalau tidak ada yang bisa aku lakukan, lebih baik aku tidak memiliki Batu Nukleus Bintang Matahari itu!"

Xue Ying tersentak setelah mendengar penjelasannya. Ia mengerti bahwa para makhluk kuat sangat menjaga martabat mereka. Leluhur Scarlet Flame mencari pertolongan tanpa menghiraukan martabatnya karena masalah besar yang menyangkut masa depan kultivasinya. Jika semuanya harus ditanggung oleh Xue Ying sendiri, maka itu akan sangat melukai harga dirinya.

"Baiklah, baiklah." Xue Ying tertawa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, "Karena Leluhur sendiri berkata seperti itu, maka aku hanya bisa menuruti permintaanmu."

Namun, berbicara soal harta karun…

Meskipun selama ini Leluhur Scarlet Flame sudah mengumpulkan harta karun, harta karunnya tidak terlalu berharga seperti milik Xue Ying. Selain senjata Dewa sejati Flying Blade, Xue Ying masih memiliki banyak harta karun berharga seperti setengah bagian pertama Kitab Blood Demon yang asli, jimat, dan bulu dari Paman Master Kelima. Selama pesta pembukaan, banyak yang memberinya hadiah yang tidak sembarangan. Bahkan sebagian besar Dewa Dunia tingkat keempat memberinya hadiah yang senilai dengan seratus juta kristal Dewa.

Tentu para Dewa sejati memberinya hadiah yang jauh lebih mahal lagi. Seperti Raja Green, Master Prefektur Gunung Bambu, dan Paragon Huo Cheng, mereka berada di peringkat 20 besar dalam daftar seratus kultivator terkuat di alam semesta, jadi hadiah yang mereka jauh lebih hebat.

Ditambah dengan semua hadiah yang ia dapatkan, maka jumlah harta karun yang Xue Ying miliki sangatlah luar biasa.

Namun, kekuatan bertarung Xue Ying saat ini sangatlah tinggi, dan hampir setara dengan kekuatan makhluk Paragon. Mengingat betapa kuatnya ia saat ini, semua harta karun yang ia miliki hanya seperti 'hiasan bunga pada sebuah kain'. Memberikan harta karun sebagai bentuk hadiah dianggap sebagai tindakan yang bisa dilakukan yang bersifat timbal balik. Sama seperti dulu, saat Xue Ying mengemban tugas sebagai pengawas utusan, ia masih lemah, namun banyak Dewa Dunia tingkat keempat yang ingin menciptakan ikatan karma dengannya dengan memberikan hadiah besar yang tidak berani Xue Ying terima.

Terutama, karena dulu kekuatan bertarung Xue Ying masih terlalu lemah, menerima hadiah-hadiah yang bernilai ratusan juta kristal Dewa akan sangat membantunya. Namun sekarang, semua hadiah yang bernilai ratusan juta ini tidak ada artinya bagi Xue Ying. Xue Ying bersedia menerima semua hadiah itu dan mengundang pihak lain untuk menghadiri pesta yang ia adakan. Undangan ini adalah sebagai bentuk penghormatan pada mereka, karena ada banyak Dewa Dunia lainnya yang tidak memenuhi syarat untuk bisa menghadiri pesta ini.

Bagaimanapun juga, ini adalah Pesta Pembukaan-nya, di mana semua tamu undangan datang untuk menyelamatinya. Andai saja ini hanyalah acara biasa, maka mereka tidak perlu memberi Xue Ying hadiah.

Selain itu, penerima hadiahnya adalah Xue Ying. Andaikan yang menerima hanyalah Dewa Dunia tingkat keempat biasa yang belum melakukan transendensi menjadi makhluk terkuat, maka tidak akan banyak makhluk terkuat yang hadir, dan hadiah yang diberikan juga tidak akan terlalu bernilai.

Lagi pula, nilai dari semua hadiah tersebut juga tergantung pada penerimanya.

"Oh iya, Senior Hui Ming dan Leluhur." Xue Ying berkata, "Seperti yang kalian ketahui, aku sudah mendapatkan separuh bagian pertama dari Kitab Blood Demon yang asli."

"Hm." Leluhur Scarlet Flame dan Senior Seperguruan Hui Ming tahu apa yang akan Xue Ying katakan saat mereka mendengar ucapannya ini.

"Apa kalian ingin mempelajari Kitab Blood Demon ini?" tanya Xue Ying sambil terkekeh. "Sejujurnya, ada dua cara untuk mempelajari jurus absolut ini. Yang pertama adalah dengan menggunakan jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya sebagai bantuan. Cara yang satu ini sangatlah kejam. Para kultivator yang menggunakan cara ini juga tidak akan mengalami kemajuan besar. Yang kedua adalah dengan mengandalkan kemampuan kalian sendiri. Kalau kalian ingin mempelajarinya, aku hanya akan memberikan cara kedua ini pada kalian."

Bagi Xue Ying, tidak banyak kultivator yang memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan Kitab Blood Demon darinya. Meskipun Xue Ying memberikannya pada mereka, ia juga melarang mereka untuk menggunakan cara pertama, karena ia tidak ingin menanggung banyak dosa dari perbuatan tersebut.

"Kalau begitu, aku harus menahan malu dan mempelajarinya." Leluhur Scarlet Flame tertawa, "Aku bisa mempelajarinya dan menggunakannya untuk mencari inspirasi."

"Tidak, terima kasih." Senior Seperguruan Hui Ming terkekeh.

Xue Ying dan Leluhur Scarlet Flame menoleh ke arahnya dengan terkejut.

Hui Ming tidak ingin mempelajarinya?

Jelas-jelas sebuah jurus absolut disodorkan di depan matanya! Dan ia tidak ingin mempelajarinya?

"Hui Ming, tidak mempelajari jurus ini bukan berarti bahwa kau tidak bisa mendapatkan inspirasi dari jurus ini." Leluhur Scarlet Flame mencoba membujuknya, "Jurus ini akan membantumu untuk melakukan transendensi di masa depan nanti."

"Tidak perlu." Hui Ming menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kitab Blood Demon ini adalah salah satu dari enam warisan terbesar Leluhur Devil. Kitab ini juga sangat mengerikan. Jurus ini tidak cocok untukku. Tingkat penguasaan kekuatanku saat ini juga masih lemah, jadi lebih baik aku tidak mempelajari jurus itu."

"Enam warisan terbesar Leluhur Devil? Siapa itu Leluhur Devil?" Leluhur Scarlet Flame tampak kebingungan.

Xue Ying terhenyak dalam hatinya.

Senior Seperguruan Hui Ming mengetahui siapa itu Leluhur Devil?

"Leluhur seharusnya sudah tahu bahwa alam semesta yang kita tinggali ini juga memiliki beberapa zaman." Hui Ming menoleh ke arahnya.

"Aku sudah mendengar soal hal ini sebelumnya." Leluhur Scarlet Flame mengangguk, "Semua memiliki awal dan akhirnya. Alam semesta ini juga memiliki zamannya masing-masing."

Hui Ming mengangguk, "Di sepanjang zaman di alam semesta ini, ada dua makhluk yang sangat mengagumkan. Salah satunya adalah Master Pulau Lake Heart, dan yang satunya lagi adalah Leluhur Devil."

"Aku sudah mendengar soal Master Pulau Lake Heart, tapi ternyata ada makhluk lain yang setara dengannya yang bernama Leluhur Devil?" Leluhur Scarlet Flame mengangguk-anggukkan kepalanya.

Xue Ying memandang senior seperguruannya tanpa berkata-kata.

Senior Seperguruan Hui Ming sudah mengetahui begitu banyak rahasia, dan sepertinya ia juga memiliki banyak keberuntungan.



Hari itu…

Leluhur Scarlet Flame melakukan sumpah terlebih dahulu sebelum mempelajari bagian pertama dari Kitab Blood Demon. Saat itu, Hui Ming juga segera berpamitan.

Tidak banyak kultivator yang mempelajari Kitab Blood Demon. Hati Dewa Sejati milik Raja Mo Xue juga akan segera hancur, dan ia sudah memutuskan untuk melakukan reinkarnasi. Jing Qiu meminta Xue Ying untuk membagi jurus absolut itu dengannya, dan Xue Ying langsung mengiyakannya. Namun, Xue Ying sadar bahwa jurus ini tidak akan terlalu membantunya untuk melakukan transendensi.

Selain Xue Ying sendiri, Jing Qiu dan Tuan White Sand juga ikut mempelajari jurus absolut tersebut.

Selain mereka, ia tidak memberikan jurus ini pada kultivator lainnya, termasuk kedua anaknya, karena Kitab Blood Demon ini bukanlah jurus absolut biasa. Berhasil menguasainya merupakan tantangan besar. Saat itu, pemimpin Sekte Howling Devil mendapatkan kekuatan bertarungnya dengan mengandalkan jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya untuk mempelajari jurus absolut tersebut. Siapa pun bisa memahami betapa menantangnya mempelajari jurus absolut yang satu ini. Bahkan Xue Ying sendiri merasa bahwa jurus ini tidak cocok untuk diajarkan pada kedua anaknya. Sedangkan untuk Tuan White Sand, karena usianya yang sudah tua dan ia belum menjadi Dewa Dunia tingkat keempat, maka Xue Ying membiarkan kakaknya yang satu ini untuk mempelajari jurus absolut itu terlebih dahulu, terlepas dari berguna atau tidak jurus itu nanti.

"Kakak Huo Cheng." Xue Ying langsung pergi menemui Paragon Huo Cheng, yang belum meninggalkan pesta meskipun pesta sudah berakhir. Saat ini, ia berada di dalam kediaman Xue Ying.

Paragon Huo Cheng terlihat sedang duduk di sebuah kursi. Jari-jari tangan kanannya mengetuk-ngetuk lengan kursi dengan mata tertutup sambil bersenandung pelan.

Sepertinya suasana hati Paragon Huo Cheng yang berkulit dan berambut merah itu sedang baik.

Ia mendongak dan melihat Xue Ying berjalan menghampirinya. Ia tersenyum lebar sambil berkata, "Adik Dong Bo, apa masalahmu dengan Golden Firmament sudah selesai? Meskipun kau tidak menemuiku, aku juga ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Masalah dengan Leluhur Golden Firmament sudah selesai. Sebenarnya, dia juga tidak ingin bermusuhan denganku." Xue Ying duduk di samping pria berkulit merah itu, "Oh iya, mengapa Kakak mencariku?"

"Haha, tadi aku berjalan-jalan di sekitar kediamanmu ini dan berpapasan dengan putrimu. Aku memutuskan untuk memberinya beberapa petunjuk. Setelah itu, dia bertanya apakah aku bisa menjadi gurunya atau tidak. Sejujurnya, aku merasa bahwa gadis kecil ini cukup pintar. Aku ingin tahu apakah Adik Dong Bo bersedia membiarkan putrimu ini menjadi muridku." Paragon Huo Cheng tertawa.

Hati Xue Ying diselimuti dengan kegembiraan. Ia langsung buru-buru menjawab, "Tentu saja, tentu!"

Masalah tentang kedua anaknya yang mendapatkan guru…

Xue Ying sudah pernah membicarakan masalah ini dengan istrinya. Makhluk terkuat biasa tidak akan mau menerima kedua anak mereka, karena sepasang suami istri itu sendiri juga bukan makhluk yang lemah. Kecuali kalau ada beberapa Paragon yang bersedia menerima anak-anak mereka menjadi murid pribadi, tapi ini terlalu sulit.

"Aku masih ingin Kakak Huo Cheng melatih Qing Yao dan mentoleransi bocah ini karena dia sedikit keras kepala," pinta Xue Ying pada pria itu.

"Hahaha, mengapa ayahnya sendiri malah membicarakan putrinya seperti ini! Kurasa, kepribadian putrimu ini tidak buruk." Paragon Huo Cheng berkata, "Karena kau sudah menyetujuinya, artinya masalah ini sudah selesai! Aku pasti akan membimbing putrimu dengan sunggung-sungguh, tapi Adik, tolong jangan menyalahkanku tentang hasil akhir putrimu nanti."

"Kau tidak perlu melibatkan aku dalam caramu mendidik muridmu," ujar Xue Ying.

Paragon Huo Cheng mengangguk, "Oh iya, apakah ada masalah sampai kau harus mencariku?"

"Memang ada masalah." Xue Ying berkata, "Ini berhubungan dengan Tanah Hitam."
,

Chap Lain/Full chapter hanya ada di Daftar Isi

Other Novel

A-Z List cari novel berdasarkan abjad A-Z
Copyright © SandiNovel Fanfic. All Rights Reserved

SandiNovel Fanfic adalah tempat baca fanfic bahasa indonesia

Theme ReDesign by ZenKaiser9