Lord Xue Ying - Chapter 603: Bintang Matahari

Released on Agustus 30, 2020 · 0 Views · Posted by Demon Empress

Baca Lord Xue Ying - Chapter 603: Bintang Matahari , jangan lupa untuk klik like dan bagikan. karena novel/manhua ini akan selalu update di SandiNovel Fanfic. Jangan lupa baca novel fanfic dan manhua terbaru lainnya.

INGAT! DOMAINNYA www.sandinovel.my.id
Font Size :

Chapter 603: Bintang Matahari

Karena kekuatan bertarung Xue Ying sudah meningkat, maka Paragon Huo Cheng dan Kaisar Dewa Bloodshed memberinya banyak informasi. Informasi yang ia dapatkan juga meningkatkan pengetahuannya soal Bintang Matahari.

Bintang Matahari dan Bintang Bulan memiliki hukum alamnya masing-masing. Keduanya juga tidak kalah dengan hukum dunia material maupun Jurang Kegelapan. Selain itu, kedua bintang tersebut sangat berbeda jika dibandingkan dengan dunia material dan Jurang Kegelapan, yang berfungsi seperti wadah untuk melahirkan bentuk-bentuk kehidupan yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan dunia material jauh lebih protektif terhadap makhluk hidup yang lemah. Sementara itu, Jurang Kegelapan dipenuhi dengan iblis-iblis yang tak terhitung jumlahnya, sehingga jauh lebih kejam dan mengerikan. Bahkan mereka menolak para penyusup dengan mempengaruhi para penduduk asli Jurang Kegelapan untuk membunuh setiap penyusup yang masuk ke tempat tersebut.

Bintang Bulan sangat berbeda jauh dengan Bintang Matahari.

Tak ada satu pun dari wilayah tersebut yang bisa ditinggali oleh makhluk hidup, karena kedua wilayah itu dipenuhi dengan bahaya yang sangat mematikan. Jangan memasuki bagian dalamnya, menyentuh permukaannya saja sudah cukup untuk membekukan atau membakar Dewa Dunia tingkat keempat hingga mati. Semakin dalam, semakin berbahaya pula wilayah tersebut. Kemungkinan besar para Penguasa juga bisa mati di sana jika mereka memasuki area yang terlalu dalam. Bisa dibilang bahwa tingkat bahaya di pedalaman kedua bintang ini jauh lebih tinggi daripada bahaya di wilayah-wilayah reruntuhan kuno.

Tentu saja, kedua bintang ini juga diciptakan oleh alam semesta itu sendiri.

Kedua bintang tersebut adalah benda langit yang berada sejajar dengan dunia material dan Jurang Kegelapan. Tingkat bahaya di kedua bintang tersebut melampaui imajinasi. Hal ini juga menarik perhatian banyak Dewa sejati yang lebih kuat.

"Bintang Matahari menunjukkan kehangatan yang luar biasa. Hukum alam yang ada di wilayah ini bahkan jauh lebih kuat dari para Penguasa itu," jelas Leluhur Scarlet Flame. "Kalau seseorang hanya sekedar menyentuh permukaan Bintang Matahari saja, hukum alam yang ia rasakan tidak akan terlalu kuat. Namun, semakin dalam area yang dimasukinya, semakin kuat pula hukum alam yang akan dirasakannya."

"Setahuku…"

"Lapisan terluar Bintang Matahari berwujud kobaran api. Tapi, meskipun lapisan ini terlihat seperti api, lapisan ini sebenarnya adalah cairan. Ini adalah lapisan pertama Bintang Matahari. Kita, para kultivator, menyebutnya sebagai Laut Matahari. Laut ini sangat panas, dan hanya makhluk terkuat saja yang bisa selamat memasukinya.

"Setelah memasuki bagian Laut Matahari yang lebih dalam, kau akan menemukan lapisan yang sangat tebal. Material unik yang membentuk lapisan ini dikenal sebagai Batu Matahari. Ini adalah lapisan kedua Bintang Matahari, yaitu lapisan Batu Matahari. Lapisan ini jauh lebih berbahaya. Jilatan api yang sesekali muncul dari lapisan ini bahkan bisa membuat makhluk kuat kesulitan untuk menghindarinya, apalagi bahaya lain yang ada di lapisan ini.

"Menurut legenda, lapisan ketiga setelah lapisan Batu Matahari ini bernama lapisan Riak Matahari.

"Selanjutnya, lapisan yang keempat bernama lapisan Tanah Hitam."

"Lalu, di bawahnya adalah lapisan kelima, yaitu Jurang Matahari."

"Di bawah Jurang Matahari adalah lapisan terakhir, lapisan keenam yang paling legendaris, yaitu Nukleus Bintang Matahari," jelas Leluhur Scarlet Flame perlahan dengan suara yang penuh harapan. Setelah melakukan kultivasi di Bintang Matahari selama bertahun-tahun, wilayah tersebut sudah menjadi seperti rumahnya sendiri.

Xue Ying dan Senior Seperguruan Hui Ming mendengarkannya dengan seksama, meskipun mereka sudah mengetahui informasi ini.

"Aku pernah memiliki satu Batu Nukleus Bintang Matahari." Leluhur Scarlet Flame merendahkan suaranya. "Tubuhku mendapatkan perlindungan dari kekuatan batu itu, dan cedera yang kualami berkurang. Aku mungkin tidak berani memasuki lapisan Batu Matahari, tapi paling tidak aku bisa menggunakan Batu Nukleus Bintang Matahari untuk duduk bersila di permukaannya. Dengan bersentuhan langsung dengan lapisan Batu Matahari, kemampuanku untuk merasakan kedalaman hukum Bintang Matahari menjadi puluhan kali lebih jelas, sehingga bisa meningkatkan kecepatan kultivasiku."

"Batu Nukleus Bintang Matahari sangat berharga. Belum ada satu batu pun yang muncul kembali selama lebih dari seratus miliar tahun," kata Leluhur Scarlet Flame. "Semenjak kemunculan alam semesta ini hingga sekarang, sedikit sekali Batu Nukleus Bintang Matahari yang muncul. Batu ini adalah harta karun bagi siapa pun yang mendapatkannya. Bahkan para Paragon dan Penguasa saja jarang sekali menjual Batu Nukleus Bintang Matahari yang mereka miliki."

Xue Ying dan Hui Ming mengangguk.

"Tetapi, sekitar 30 juta tahun yang lalu, entah bagaimana, santo kedua dari Klan Ink yang bernama Santo Bamboo mengetahui bahwa aku memiliki Batu Nukleus Bintang Matahari. Tiba-tiba, ia menyerangku dan membunuh tubuhku yang sedang melakukan kultivasi di Bintang Matahari. Lalu, dia mengambil batu itu," jelas Leluhur Scarlet Flame dengan pelan dan tenang. Ia memang terlihat tenang, namun sebenarnya ia mencoba untuk meredam amarahnya.

Selama menjalani kultivasi, banyak kultivator terus mencari peruntungan. Harta karun milik Leluhur Scarlet Flame yang paling berharga telah dicuri, sehingga menciptakan perseteruan besar hingga kedua belah pihak tidak bisa tinggal di bawah langit yang sama.

"Santo Bamboo?" Xue Ying mengernyit.

Kedua santo yang berasal dari Klan Ink merupakan makhluk kuat yang tidak bergabung dengan organisasi adikuasa manapun.

Di antara mereka berdua, Santo Bamboo bukanlah makhluk yang terlalu berbahaya. Ia berada di peringkat ke-53, satu tingkat di bawah Xue Ying di dalam Daftar Peringkat Dewa-Iblis Alam Semesta. Kekuatan bertarung mereka kurang lebih berada di tingkat yang sama.

Namun, satu-satunya yang meningkatkan status Klan Ink adalah kakaknya, Santo Leaf, yang merupakan makhluk tingkat Paragon. Ia hanya Paragon biasa, dan tidak memiliki harapan untuk bisa melawan Master Prefektur Gunung Bambu maupun Permaisuri Kekaisaran Utara, namun ilmu Dao yang ia miliki agak aneh dan unik hingga membuatnya bisa bergerak bebas tanpa harus bergabung dengan organisasi adikuasa.

Hubungan Santo Leaf dan Santo Bamboo sangat dekat. Bahkan mereka pernah membentuk sebuah klan.

"Leluhur, apa yang kau minta dariku?" tanya Xue Ying. Kalau ia harus berurusan dengan Santo Bamboo, mungkin ia tidak akan bisa melawannya. Meskipun mereka benar-benar bertarung, pihak lain didukung oleh paragon yang kuat.

"Aku tidak berencana untuk membalas dendam," kata Leluhur Scarlet Flame. "Perbedaan kekuatan bertarung di antara kami terlalu besar, dan bahkan orang yang mendukungnya jauh lebih kuat! Aku hanya ingin mendapatkan Batu Nukleus Bintang Matahari lain. Kobaran api di Bintang Matahari itu adalah tujuanku selama ini. Jika aku berhasil membuka ilmu Dao-ku sendiri, maka ilmu ini soal Dao kobaran api. Tanpa menggunakan batu itu, aku tidak berani menyentuh lapisan Batu Matahari. Aku hanya bisa melakukan kultivasi di Laut Matahari, dan kekuatan inderaku di sana terlalu lemah, dan kecepatan kultivasiku tidak akan seperti kecepatanku sebelumnya. Tingkat kemajuan seperti itu tidak akan membuahkan hasil. Aku tidak akan bisa meningkatkan kekuatanku lagi. Dari semua kultivator yang aku kenal dan dekat denganku, hanya kau, Dong Bo, yang memiliki harapan untuk bisa mendapatkan Batu Nukleus Bintang Matahari untukku."

Menurut Leluhur Scarlet Flame, kekuatan bertarung dan koneksi yang Xue Ying miliki jauh lebih besar darinya. Xue Ying memiliki Kaisar Dewa Bloodshed yang mendukungnya, begitu juga dengan Raja Green, Master Prefektur Gunung Bambu, Paragon Huo Cheng, dan masih banyak lagi. Koneksi sebesar itu sepuluh hingga bahkan ratusan kali lebih kuat dari koneksi yang ia miliki.

"Kau ingin aku membuatkanmu Batu Nukleus Bintang Matahari?" Xue Ying mengernyit. Hal seperti ini akan menjadi tugas yang berat, bahkan untuk seorang kultivator seperti Xue Ying sekalipun.

"Ada dua tempat asal Batu Nukleus Bintang Matahari ini," kata Xue Ying. "Yang pertama berasal dari bebatuan yang berada di lapisan terdalam Bintang Matahari, yaitu Nukleus Bintang Matahari. Nukleus ini sesekali akan menciptakan satu atau dua butir debu selama bertahun-tahun, yang kemudian akan bergerak ke arah lapisan Jurang Matahari dan lapisan Tanah Hitam sebelum akhirnya ditemukan."

Leluhur Scarlet Flame mengangguk-anggukkan kepalanya. "Dulu, berkat keberuntunganku, aku menemukan seberkas cahaya di permukaan lapisan Bintang Matahari. Dengan menggunakan senjataku, aku menggali bagian itu dan menemukan satu Batu Nukleus Bintang Matahari. Kira-kira ukurannya sebesar jari kuku, dan beratnya sekitar setengah kilogram."

"Artinya, itu memang keberuntunganmu, Leluhur. Sepertinya itu adalah butiran pasir yang menggumpal dan bergerak ke permukaan setelah sekian lama," kata Xue Ying. "Tapi, mendapatkan batu lain sama seperti saat kau mendapatkannya dulu nyaris tidak mungkin. Lagi pula, belum ada satu pun Batu Nukleus Bintang Matahari yang terbentuk selama seratus milyar tahun terakhir! Atau mungkin sudah ada makhluk terkuat yang mendapatkan namun tidak dibeberkan.

"Bagaimanapun juga, tidak ada satu pun kultivator yang mau menjualnya jika mereka mendapatkannya," kata Xue Ying. "Kalau begini, berarti kita menggunakan cara lain."

"Kita harus mendulang sebagian besar Tanah Hitam sampai Batu Nukleus Bintang Matahari itu terbentuk," kata Xue Ying. Ini adalah cara yang diketahui oleh semua kultivator Dunia Dewa dan Jurang Kegelapan. Lapisan Tanah Hitam merupakan lapisan keempat di dalam Bintang Matahari, dan merupakan lokasi yang sangat berbahaya. Suhu kobaran api di dalam sana hanya bisa ditahan oleh para Penguasa. Namun, jika tanah tersebut didulang hingga ke butiran tanah yang paling kecil, butiran tanah itulah yang mirip seperti Batu Nukleus Bintang Matahari.

Leluhur Scarlet Flame sedikit merasa bersalah. "Aku tahu betapa sulitnya misi ini. Aku sudah mempertimbangkannya hingga berkali-kali sebelum memberitahumu. Tapi, seiring waktu berlalu, aku mulai menyadari bahwa aku tidak memiliki harapan lagi untuk meningkatkan kultivasiku, jadi aku memutuskan untuk mengabaikan harga diriku…"

"Leluhur, kau tidak perlu memikirkannya! Serahkan saja hal ini padaku," kata Xue Ying. Meskipun misi ini sangat berat, inilah pertama kalinya Leluhur Scarlet Flame meminta bantuan padanya. Masalah ini berkaitan dengan jalan kultivasinya, jadi Xue Ying harus membantunya.

Chap Lain/Full chapter hanya ada di Daftar Isi

Other Novel

A-Z List cari novel berdasarkan abjad A-Z
Copyright © SandiNovel Fanfic. All Rights Reserved

SandiNovel Fanfic adalah tempat baca fanfic bahasa indonesia

Theme ReDesign by ZenKaiser9